Penanganan Dini Terpapar Covid 19, BMW Astra Gelar Webinar Bersama Ahli

Jatim detik – BMW Astra melaksanakan sosialisasi dalam bentuk webinar bersama Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD, K-GH, Ph.D., FINASIM untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang apa yang perlu dilakukan jika terpapar COVID-19.
CEO BMW Astra, Fredy Handjaja dalam sambutannya mengatakan, pandemi sekarang ini terasa semakin dekat sekali. “Semakin banyak saudara, teman dekat kita, dan orang di sekitar kita terpapar dan terinveksi COVID-19. Selain itu, di masyarakat juga banyak beredar banyak informasi terkait obat dan cara penanganan yang membuat kita bingung,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata Fredy, BMW Astra pada webinar ini menghadirkan ahli untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang apa penanganan dini yang bisa dilakukan bila terpapar COVID-19 supaya dapat menghadapinya dengan lebih tenang dan dapat memilih keputusan yang tepat. Pada sesi ini para peserta juga bisa bertanya langsung kepada Prof. Djoko Santoso. “Bagi yang terlewat bisa melihat rekaman webinar ini di di kanal Youtube BMW Astra,” jelas Fredy.
Selain protokol kesehatan yang ketat untuk seluruh layanan di BMW Astra, kata Fredy, semua karyawan BMW Astra telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 supaya kami bisa semakin memberikan ketenangan dan kenyamanan untuk seluruh pelanggan BMW Astra.
Pada webinar tersebut Prof. Djoko Menyampaikan, menghadapi pandemi ini ada tiga hal penting yang perlu dilakukan, Pertama, penerapan protokol kesehatan yang sesuai standar WHO menjadi bagian dari kebiasaan kita, dengan begitu kita juga berkontribusi terhadap negara untuk membantu menyukseskan program.
Kedua, menyukseskan program vaksinasi supaya bisa mencapai herd immunity. Kombinasi protokol kesehatan dan vaksinasi sudah cukup untuk mengubah pandemi ini menjadi kehidupan new normal.
Ketiga, selalu ingat Sang Pencipta, selalu ikhlas jalani kehidupan penuh kebermanfaatan, dan tidak perlu takut berlebihan. “Kuatkan spiritual dan kekuatan fisik, maka dengan begitu kita bisa hidup berdampingan dengan virus ini,” tuturnya. (ris)



