Hindari Tak Kebagian Kursi, BHS : DLU Berikan Diskon Tiket Murah Sebelum Hari H Lebaran

Jatim detik – Bambang Haryo Soekartono (BHS) Pengamat Transportasi yang sekaligus selaku Penasehat PT DLU menyebutkan yang dilakukan Dharma Lautan adalah bagaimana mengajak masyarakat untuk mudik tidak bersamaan agar tidak terjadi penumpukan yang akhirnya ada yang tidak kebagian kursi, sehingga disini ada kebijakan dari DLU memberikan tarif diskon murah pada jauh hari sebelum hari H.
“Berikutnya kebijakan daripada pemerintah, liburnya itu jangan bersamaan. Sekarang ini kan sudah ada kebijakan liburnya diperpanjang 10 hari. Memang Indonesia ini yang paling panjang liburnya, di Arab aja 4 hari, di Malaysia Cuma 2 hari. Tapi karena transportnya belum memadahi, terutama transportasi publik, infrastrukturnya juga belum memadahi serta manajemen pengaturannya tentu akan terjadi kepadatan kalau mereka bersama-sama,” ujarnya.
“Saya mohon agar tidak bersamaan atau pemerintah betul-betul mengatur waktu mudik dari pada masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap), Khoiri Soetomo mengatakan, untuk angkutan mudik lebaran tahun ini diprediksi alami kenaikan 15 persen seperti yang sudah disampaikan oleh pemerintah itu untuk semua moda, baik angkutan jalan, kereta api, udara laut diperkirakan dari tahun lalu sebanyak 123 juta akan tembus 170 juta sekian.
“Artinya 70 persen dari jumlah penduduk indonesia melakukan mobilisasi pada waktu akan lebaran. Baik angka itu kita yakini atau tidak, nyatanya memang ada peningkatan yang luar biasa,” sebutnya.
Khoiri Mengaku, dari tahun-ketahun industri angkutan penyeberangan nasional dibawah Gapasdap secara umum senantiasa dapat memenuhi ketersediaan kapal penyeberangan, apalagi pada momen angkutan lebaran. Namun kenyataannya, siapnya armada penyeberangan tidak diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadahi. “Yang terjadi, mindset masyarakat itu secara tidak sadar seolah-olah di format dialihakan seakan terjadi kekurangan kapal atau moda transportasi,” akunya.
Namun Khoiri dengan tegas menyatakan, saya berstetmen secara resmi bahwa angkutan penyeberangan di Indonesia itu tidak terjadi kekurangan kapal, yang ada adalah kelebihan kapal atau over supply. Contoh, hampir disemua moda transportasi lintasan penyeberangan komersial itu kapal-kapal tidak ada yang bisa beroperasi lebih dari 50 persen dalam satu bulan. Artinya selalu dibawah 15 hari.
“Yang kurang adalah infrastruktur dermaganya, baik sandarannya maupun alur serta sistem manajemen trafiknya. Ini yang menurut saya sangat penting, itu yang pertama kami mohon kepada pemerintah jangan setiap tahun memformat seolah terjadi kekurangan kapal,” tuturnya. (ris)



