Dukungan Ganjar Mahfud Terus Mengalir, Forum Santri & Ulama Jatim Gelar Dialog Kebangsaan di Ponpes Al Qohiriyah Kab Jember
Tema “Santri Bicara Demokrasi”

Jatim detik – Forum Santri dan Ulama Jatim menggelar Dialog Kebangsaan dengan tema “Santri Bicara Demokrasi”, Pada Rabu (7/2/2024) kemarin, di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Qohiriyah Ds Gumuk Ampel Kec. Mayang Kabupaten Jember
Dialog Kebangsaan dihadiri oleh Pengasuh Ponpes Gus Achmad Fatoni dan dua narasumber Ustadz Ustadz Mahmud Zaen, S.H, Ustadz Syamsul Arifin, S.E serta dihadiri sekitar 200an santri dan alumni.
Gus Achmad Fatoni dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dalam Dialog Kebangsaan ini semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan tentang visi misi calon presiden dan wakil presiden Paslon No. 3 Ganjar dan Prof, Dr. Mahfud MD. Diharapkan santri alumni pesantren bisa melihat masa depan Indonesia dan siapa yang layak untuk memimpin Indonesia ke depan.
“Kami sebagai tuan rumah sangat senang acara ini, selamat berkumpul untuk mendukung Pak Ganjar dan Pak Mahfud,” ujarnya.
Kemudian dilanjutkan Nasum pertama Ustadz Mahmud Zain, S.Hi mengatakan Santri dan alumni pesantren harus mengetahui Politik, memahami Pemilu 2024, pilihan presiden dan wakil presiden dan wakil-wakil rakyat.
Tentu, lanjutnya, wawasan sosial dan wawasan kebangsannya harus diperluas. Maka katanya, memilih presiden dan wakil presiden itu tidak hanya karena kasihan atau karena uang, atau karena tekanan, akan tetapi santri alumni harus bisa melihat pengalaman, rekam jejak, punya masalah hukum apa tidak, pernah tersangkut korupsi, kejahatan HAM, KKN atau tidak ?
“Setelah kita lihat paslon yang ada yang paling bersih adalah Paslon No. 3, Paslon presiden dan wakil presiden representatif yang bisa kita harapkan untuk menegakkan konstitusi dan menjaga marwah hukum di Indonesia adalah Paslon No. 3 Pak Ganjar dan Pak Prof, Dr. Mahfud MD,” ujarnya.
Menurut Narsum kedua Ustad Ahmad Syamsul Arifin. S.E mengatakan, Soal hukum dan konstitusi di Indonesia yang akhir akhir ini dipakai alat untuk pencalonan paslon tertentu, lalu memakai instrumen pemerintah untuk mendukung calon tertentu, menekan agar memenangkan paslon tertentu.
“Ini yang menyalahi tatanan demokrasi. Santri dan alumni pesantren diharapkan memilih (Paslon Capres dan Cawapres, red) yang paling bersih dan tegas untuk menegakkan konstitusi dan hukum di Indonesia. Ini kita semua sedang mencari ‘Ganjar’-an sesuai dengan yang ditulis di lauhul ‘Mahfud’. Jadi pilihan kita Pak Ganjar dan Pak Mahfud,” terangnya.
Forum Dialog Kebangsaan diakhiri bersama-sama menyatakan dukungan kemenangan Paslon No. 3 Ganjar Mahfud untuk Indonesia Lebih Baik.(ris)



