Ekbis

BEI : Selama Pendemi, Masyarakat Tertarik Investasi di Pasar Finansial

Jatim detik – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan pada masa Pendemi Covid 19 masyarakat tertarik menginvestasikan di pasar modal atau finansial.

“Selama pandemi, masyarakat tertarik berinvestasi di pasar finansial untuk mendapatkan penghasilan dan bisa dilakukan dari rumah. Apalagi saat ini untuk berinvestasi di pasar modal cukup mudah,” ujar Kepala Perwakilan BEI Surabaya, Dewi Sriana Rihantyasni, dalam acara bertajuk Silaturahmi Halal Bi Halal Bersama Media Jawa Timur secara virtual.

Dia menjelaskan, bahwa berinvestasi di pasar modal mulai dilirik masyarakat. Mengingat selama pandemi, seluruh aktivitas lebih banyak dilakukan di rumah.

Dewi menuturkan, jumlah Anggota Bursa di Jawa Timur ada 60 perusahaan. 46 perusahaan dari Surabaya, 12 Malang, 1 Jember dan 1 dari Situbondo. Sementara jumlah emiten sebanyak 40, aset manajemen 11, Galeri Investasi 56 dan Galeri Investasi Syariah 8.

“Jumlah SRE 384.131 dan jumlah SID 304.924. BEI terus meningkatkan jumlah investor, melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas terutama kaum milenial, mahasiswa dan siswa SMA sederajat,” jelasnya.

Sementara itu, BEI di pasar modal secara perlahan bangkit pada bulan Desember 2020 dengan kenaikan nilai transaksi perdagangan mencapai Rp18,4 triliun per hari.

“Data per 4 Juni 2021, nilai perdagangan transaksi sebesar Rp12,8 triliun per hari. Kenaikan nilai transaksi perdagangan disebabkan banyak hal. Diantaranya, vaksinasi yang dilakukan pemerintah secara masif,” kata Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi.

Untuk jumlah investor, Hasan mengatakan, selama pandemi Covid-19 justru meningkat tajam. Data per 4 Juni 2021, tercatat 2,4 juta investor baik investor asing dan investor domestik. Selama 2020, sebanyak 51 perusanaan baru melakukan Initial Public Offering (IPO).

“Data per 4 Juni 2021 jumlahnya mencapai 17 perusahaan dan saat ini ada 22 perusahaan lagi yang masih menunggu untuk IPO,” terangnya. (ris)

Related Articles

Back to top button