Sudah Capai 34.668 Peserta, BPJS Kesehatan Surabaya Makin Gencar Sosialisasikan Skrining Riwayat Kesehatan

Jatim detik – BPJS Kesehatan Cabang Surabaya makin gencar melakukan sosialisasi skrining riwayat kesehatan, termasuk dihadapan awak media Surabaya lewat “Media Gathering BPJS Kesehatan Cabang Surabaya 2022,” Rabu (29/6). Hingga hari ini, sebesar 34.668 peserta atau 13,30 persen dari target 260.478 peserta yang terdaftar di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.
Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer (PMP) BPJS Kesehatan Surabaya, Eka Wahyudi menyampaikan, dimasa pandemi Covid-19, skrining riwayat kesehatan sangat penting dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah fatalitas Covid-19 pada peserta JKN dengan komorbid.
“Skrining riwayat kesehatan adalah pengisian pertanyaan tentang riwayat kesehatan diri sendiri keluarga dan pola konsumsi makanan di fitur menu streaming riwayat kesehatan,” ujarnya.
Dikatakannya, untuk capaian skrining riwayat kesehatan tahun 2021 meningkat signifikan mencapai 2,2 juta peserta dari target 1 juta. Sementara target tahun 2022 meningkat menjadi 10 juta peserta.
“Untuk Kota Surabaya, capaian skrining riwayat kesehatan sampai 29 Juni 2022 mencapai 2.604.778 peserta dengan target 260.478. Sementara, sampai dengan hari ini, Rabu (29/6) sebesar 34.668 peserta atau 13,30 persen dari target 260.478 peserta yang terdaftar di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),” tuturnya.
Disampaikan Eka, evaluasi skrining riwayat kesehatan hasil risiko penyakit hipertensi mencapai 14%, jantung koroner 6%, ginjal kronik 3% dan diabetes melitus 3%.
“Siapa saja yang boleh skrining riwayat kesehatan seluruh peserta JKN usia ≥15 tahun dilakukan setiap satu kali setahun sebelum mengakses pelayanan di FKTP,” jelasnya.
Eka menambahkan, skrining dilakukan untuk mengetahui sedini mungkin potensi risiko penyakit diabetes melitus hipertensi ginjal kronik dan jantung koroner, sehingga dapat dicegah sebelum terjadinya penyakit.
“Jika hasil skrining riwayat kesehatan hasilnya risiko rendah, agar menjaga pola hidup sehat, olahraga, konsultasi kesehatan dengan dokter FKTP melalui telekonsultasi atau kunjungan langsung ke FKTP jika diperlukan,” paparnya.
Sedangkan, jika hasilnya risiko sedang dan tinggi, maka harus dilakukan konsultasi kesehatan dengan dokter efektif melalui konsultasi atau golongan konsultasi atau kunjungan langsung ke FKTP, yakni skrining kesehatan pemeriksaan lanjutan di FKTP.
Fitur skrining riwayat kesehatan dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN, Website BPJS Kesehatan, Chat Assistance BPJS Kesehatan (CHIKA) dan Aplikasi Pcare FKTP. (ris)



