Umum

Mudik lebaran 2026, DLU siapkan 49 Kapal

Jatim detik – PT Dharma Lautan Utama (DLU) memastikan kesiapan penuh menghadapi angkutan mudik Lebaran 2026 dengan mengoperasikan sebanyak 49 armada kapal di berbagai lintasan pelayaran dan penyeberangan nasional.

Direktur Operasional DLU, Rahmatika Ardianto mengatakan, puluhan armada tersebut terdiri dari 23 kapal angkutan laut, 23 kapal penyeberangan, serta tiga kapal angkutan kepulauan yang disiapkan untuk mengakomodasi pergerakan pemudik antarwilayah selama periode Lebaran.

Menurutnya, jadwal keberangkatan kapal sebenarnya telah dibuka sejak awal Januari 2026 dan dapat diakses hingga periode setelah Lebaran atau H+. Dengan pembukaan jadwal lebih awal, masyarakat sudah memiliki kesempatan merencanakan perjalanan mudik lebih matang.

Berdasarkan data pemesanan daring, hingga saat ini penjualan tiket angkutan Lebaran telah mencapai sekitar 50 hingga 60 persen dari total kapasitas armada yang tersedia. Meski angka pemesanan cukup tinggi, kondisi penumpang di lapangan masih relatif normal dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.

DLU sebelumnya juga menerapkan strategi diskon tarif sebesar 10 persen pada periode H-30 hingga H-20 Lebaran, bertepatan dengan awal Ramadan. Kebijakan tersebut bertujuan mengurai kepadatan penumpang yang selama ini cenderung menumpuk pada periode puncak mudik, yakni H-7 hingga H-5 Lebaran.

“Harapannya masyarakat bisa berangkat lebih awal sehingga distribusi penumpang tidak terpusat di satu waktu tertentu,” ujar Rahmatika.

Selain kesiapan armada, DLU juga mengingatkan masyarakat untuk membeli tiket hanya melalui kanal resmi perusahaan, baik melalui aplikasi resmi, kantor cabang, maupun agen yang telah ditunjuk. Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya laporan penipuan tiket melalui akun palsu di media sosial yang mengatasnamakan PT DLU.

DLU menegaskan perusahaan tidak pernah melakukan penjualan tiket melalui akun media sosial seperti Instagram, TikTok maupun platform digital lainnya di luar kanal resmi.

Dari sisi operasional, perusahaan juga meminta penumpang, khususnya pengguna kendaraan pribadi, untuk mematuhi ketentuan waktu kedatangan di pelabuhan. Kendaraan disarankan tiba minimal enam jam sebelum jadwal keberangkatan guna menghindari keterlambatan proses muat ke dalam kapal.

Rahmatika menambahkan, sejumlah lintasan penyeberangan diprediksi kembali menjadi titik kepadatan utama selama mudik Lebaran, terutama jalur Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.

Pemerintah bersama operator penyeberangan telah menyiapkan skema pengaturan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB), termasuk pengalihan kendaraan barang ke pelabuhan penunjang untuk mengurangi antrean di pelabuhan utama.

Untuk menjamin keselamatan pelayaran, DLU memastikan seluruh armada berada dalam kondisi prima melalui pemeriksaan teknis serta penyegaran standar operasional prosedur (SOP) bagi awak kapal di seluruh cabang.

Kegiatan refreshment dilakukan selama Ramadan guna memastikan pelayanan dan prosedur keselamatan berjalan optimal.

Sementara itu, kondisi cuaca laut hingga saat ini masih tergolong baik dan operasional pelayaran berjalan normal. Meski demikian, perusahaan tetap mewaspadai potensi perubahan cuaca ekstrem yang dapat memicu sistem buka-tutup pelabuhan, khususnya di lintasan penyeberangan dengan gelombang tinggi.

DLU pun mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan tiket dan tidak menunda hingga mendekati hari keberangkatan. Selain menghindari kehabisan tiket, langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2026 agar tetap aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh penumpang. (ris)

Related Articles

Back to top button