Ekbis

Angkutan Lebaran 2023, Gapasdap Pastikan Tak Kekurangan Kapal

Jatim detik – Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (Gapasdap) memastikan tidak akan kekurangan kapal pada angkutan lebaran 2023 ini sehingga arus mudik dan balik berjalan lancar.

Ketua Umum DPP Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Khoiri Soetomo saat ditemui pada acara buka bersama dengan agen di Hotel Santika Surabaya mengaku bersyukur angkutan lebaran secara nasional mengalami perbaikan dari tahun ke tahun.

“Hal ini ditunjang komitmen kuat Kementerian Perhubungan RI. Terlihat dari persiapan yang sudah dilakukan. Baik itu berupa infrastruktur, persiapan armada kapal sampai mengatasi kekurangan dermaga di Merak Bakauheni,” ungkap Khoiri yang juga merupakan Direktur Keuangan PT DLU.

Akan tetapi, kata Khoiri, yang terjadi saat ini justru kelebihan armada. Misal di Merak Bakauheni dari 65 kapal (dari sebelumnya 71 kapal karena ada PM 88 sekarang tinggal 65 kapal) dalam satu bulan hanya beroperasi 12 hari. Artinya, setiap hari hanya sekitar 28-30 kapal beroperasi. Sedangkan sisanya menganggur menunggu giliran.

Lebih lanjut dia menjelaskan, demikian juga yang terjadi di Ketapang Gilimanuk, Lembar dan Kayangan Poto Tano justru hanya 11 hari. “Jadi tidak ada satu lintasan pun yang kekurangan kapal. Sehingga kami mohon dengan sangat kepada Menteri Perhubungan. Kiranya untuk angkutan mudik kali ini justru yang yang perlu ditambah adalah fasilitas pra sarana atau infrastruktur pelabuhan dan dermaga,” ujarnya.

Keterbatasan dermaga ini memang sudah mendapatkan solusi. Antara lain Kementerian Perhubungan meminjam dermaga di Ciwandan. Sehingga membuat para pemudik lebih tenang meskipun saat ini masih meminjam dermaga dari pelabuhan lain. “Ada yang Ciwandan menuju Bakauheni dan juga dari Banjarnegara,” jelasnya.

Khoiri berharap ke depan untuk jangka panjang, Kementerian Perhubungan dapat membangun dermaga baru. Setidaknya membutuhkan 13 pasang dermaga baru. Karena dari 65 kapal, 1 dermaga setidaknya bisa memuat sampai 5 kapal.  “Sekarang baru ada tujuh dermaga. Sehingga kurang lengkap. Saya kira ini juga terjadi di lintasan lain. Mungkin sudah waktunya pemerintah memikirkan secara substansi jangka panjang jadi menyelesaikan masalah tanpa masalah,” paparnya. (ris)

Related Articles

Back to top button